DUDUK BOLEH, MELAR JANGAN! BKKBN DIY AJAK ASN TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT DI TENGAH KESIBUKAN KERJA

YOGYAKARTA — Kesibukan pekerjaan dan kebiasaan duduk terlalu lama menjadi tantangan tersendiri bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjaga kesehatan. Padatnya agenda rapat, pekerjaan administratif, hingga waktu yang banyak dihabiskan di depan komputer dapat membuat aktivitas fisik terabaikan. Menjawab tantangan tersebut, Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengangkat tema “Duduk Boleh, Melar Jangan! Tetap Sehat, Aktif, dan Bugar Walau 8 Jam Bekerja” dalam kegiatan Jumat Sharing #16, Jumat (16/10).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting ini menghadirkan narasumber  Nur Rahma Candra PS, S.Gz., Dietisien, MM, yang mengajak peserta memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari. Pesan utamanya sederhana: hidup sehat tidak harus dimulai dengan perubahan besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dalam pemaparannya, Nur Rahma menyoroti perilaku sedenteri (sedentary behavior), yaitu segala jenis aktivitas saat terjaga (di luar waktu tidur) yang dilakukan dalam posisi duduk, bersandar, atau berbaring, serta hanya mengeluarkan sedikit energi (kurang dari 1,5 Metabolic Equivalents/METs). Kebiasaan tersebut kerap melekat pada rutinitas pekerja kantoran termasuk ASN. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kebugaran tubuh sehingga penting untuk mengimbanginya dengan rutin bergerak dan menerapkan pola makan sehat agar tubuh tetap bugar.

Selain aktif bergerak, peserta diajak memahami prinsip makan “BAIK”, yakni Bergizi, Aneka, Imbang, dan Aman. Makanan bergizi perlu dilengkapi dengan variasi bahan pangan, porsi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh, serta pengolahan dan pemilihan makanan yang memperhatikan keamanan pangan. Masyarakat juga diingatkan untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengutamakan makanan yang minim proses pengolahan.

Tak kalah penting, kebiasaan makan dengan kesadaran penuh atau “mindful eating” turut menjadi perhatian. Sebelum makan, seseorang perlu mengenali apakah tubuh benar-benar membutuhkan makanan atau sekadar mengikuti keinginan. Saat makan, penting untuk menyadari porsi, jenis, dan kombinasi makanan yang dikonsumsi.

Untuk mengatasi kebiasaan duduk terlalu lama, peserta didorong melakukan langkah praktis yang mudah diterapkan di lingkungan kerja. Di antaranya, berjalan ringan setelah makan (post-meal walk), menyelingi waktu duduk dengan berdiri dan bergerak, serta memanfaatkan kesempatan kecil untuk meningkatkan aktivitas fisik selama jam kerja. Pilihan jajanan pun perlu lebih bijak, seperti memilih lauk bakar, panggang, pepes, atau tumis, mengutamakan air putih, dan memilih camilan bernutrisi.

Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, S.Sos., M.Sc, dalam arahannya menekankan bahwa kesehatan merupakan modal penting bagi ASN untuk menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pegawai untuk tidak menunggu sakit agar mulai peduli terhadap kesehatan. Mari membangun kebiasaan hidup sehat dari hal-hal sederhana, seperti mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan air putih, dan menyempatkan diri bergerak di sela pekerjaan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan dan produktivitas kita,” tegas Rohdhiana.

Melalui Jumat Sharing #16, Perwakilan BKKBN DIY mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Tubuh yang lebih bugar dapat mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus membantu pegawai menjalankan tanggung jawab secara optimal. Jangan biarkan kesibukan menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan. Mulailah dari langkah sederhana: berdiri sejenak, berjalan setelah makan, memilih makanan bergizi seimbang, dan minum air putih yang cukup. Jadikan tempat kerja sebagai ruang untuk membangun kebiasaan sehat karena kesehatan adalah investasi yang dimulai dari diri sendiri.

Penulis                 : Dessy Phawestrina
Editor                   : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi    : Kristian S. Widagdo, Gunanto
Rilis                      : Jumat, 16 Oktober 2026

Related posts